Skip to main content

Wahhabi Sang Penipu Umat

Soal peringatan maulid nabi; sebenarnya Nabi Muhammad, sahabat, ulama salaf dan seluruh umat islam hingga sekarang semuanya secara keseluruhan memperingati maulid nabi dengan cara berpuasa pada hari senin. Monggo di baca http://goo.gl/GgyOyt

Jadi jika ada yang bilang peringatan maulid nabi bukan ajaran islam, maka saksikanlah bahwa dia orang GEBLEG tapi sok pinter.

Mengenai peringatan maulid nabi yang diadakan oleh masyarakat islam di dunia di antaranya Indonesia, Malaysia, Yaman, Checnya, Maroko dll yang di isi dengan berbagai kegiatan islami seperti mendengarkan bacaan ayat-ayat al-quran, sholawat, kisah Nabi Muhammad dan sedekah, praktek seperti ini adalah amalan bidah.

Pertanyaannya, apakah amalan itu termasuk kategori bidah dholalah?

Untuk menjawabnya, ahsan anda baca artikel ini http://goo.gl/FnxzbfIntinya: Hadits kullu bidah dholalah membicarakan bidah secara syar’i dan tidak membicarakan bidah lughowi. Bid’ah secara lughowi (bahasa) adalah sesuatu yang tidak memiliki contoh sebelumnya. Sedangkan secara syariat bidah adalah sesuatu yang bertentangan dengan Al-Quran, Hadits dan Ijma’.

Apakah Peringatan Maulid Nabi termasuk bidah syar’i?

Dengan merujuk pada pengertian bidah secara syari maka saya pastikan bahwa peringatan maulid nabi tidak termasuk bidah syar’i. Mengapa? Sebab tidak ada satupun dalil husus yang mengharamkannya sehingga ia tidak bertentangan dengan Al-Quran, Hadits dan Ijma’. Karena tidak bertentangan dengan tiga sumber hukum itu, maka jelas peringatan maulid nabi tidak termasuk bidah syar’i melainkan bidah lughowi.

Jadi jika ada orang yang menggunakan hadits kullu bidah dholalah untuk melarang peringatan maulid nabi, maka ketahuilah bahwa orang itu adalah orang GEBLEG yang sok pintar.

Wal hasil, peringatan maulid nabi adalah bidah lughowi dan para ulama telah membagi bidah ini termasuk ulama wahhabi. Buktinya silahkan baca di mari http://goo.gl/qy5zQu.

Melihat realitas tersebut, ahirnya ulama wahhabipun membolehkan peringatan maulid. Monggo di simak http://goo.gl/8PHJcC

Melarang sesuatu hanya karena tidak dilakukan pada masa lampau dalam usul fiqh disebut sebagai istishab. Menurut Ibn Taimiyah istishab adalah dalil yang paling lemah. Monggo di baca http://goo.gl/hTNGau

Jadi dalil yang digunakan oleh wahhabi untuk melarang peringatan maulid itu lemah. Sementara dalil peringatan maulid Nabi sangat kuat secara teori usul fiqh.  http://goo.gl/wCBult

Apakah anda akan meninggalkan dalil kuat dan memilih dalil lemah?

Dalam status, Abu Rumaisha mengatakan bahwa ia tidak menerima dalil al-quran. Dia hanya menerima praktek dari sahabat nabi. Dengan kata lain segala sesuatu harus ada prakteknya dari sahabat nabi. Jika tidak berarti bidah dholalah. 
Wahhabi Sang Penipu Umat

Mari kita buktikan bahwa ucapan sang penipu umat ini adalah kedustaan:

1. Pembagian tauhid menjadi tiga tidak pernah dipraktekan oleh sahabat Nabi. Namun si penipu Abu Rumaisha menerima pembagian itu.

2. pemberian harakat pada al-quran tidak pernah dilakukan oleh sahabat nabi. Namun sang penipu Abu rumaisha melegalkannya.


Apakah anda akan mengakui keinkonsistenan anda karena ternyata anda menerima sesuatu yang tidak dipraktekan oleh sahabat nabi? Jawab wahhabi pendusta Abu rumaisha!!!!

Comments