Skip to main content

Baca Fatihah Tanpa Basmalah Dalam Sholat

Pertanyaan:
1. Bagaimana hukum sholat yang fatihahnya tidak membaca basmalah? Sah ataukah tidak?
2. Ayat atau surat apa yang dikehendaki oleh Al-Hijr; 87?

Jawab: 
1. Menurut madzhab syafi’i tidak sah. Sebab basmalah termasuk bagian dari fatihah. Meninggalkan sebagian dari fatihah menyebabkan bacaannya dan sholatnya tidak sah.
Refrensi: Tausyih Ibn Qosim Hlm. 115 cet. Darul Kutub Al-Islamiyah

والرابع قراة الفاتحة ...الي ان قال ..... وبسم الله الرحمن الرحيم اية منها. ومن اسقط من الفا تحة حرفا او تشديدة او ابدل حرفا منها بحرف لم تصح قراته ولا صلاته ان تعمد, والا وجب عليه اعا دة القراة
(توشيح علي ابن قا سم ص 115 مكتبة دارالكتب الاسلا مية

Artinya: Rukun yang ke-4 adalah membaca fatihah…… Adapun Bismillahirrohmanirrohim adalah termasuk fatihah. Barang siapa menggugurkan (Tidak membaca-red) satu huruf atau Tasydid dari fatihah, atau mengganti satu huruf dari fatihah maka bacan dan sholatnya tidak sah apabila disengaja. Jika tidak disengaja maka wajib baginya mengulangi bacaan Fatihah.

2. Yang dikehendaki oleh Al-hijr
: 87 adalah surat fatihah.
Refrensi : Tafsir Jalalain

}ولقد آتيناك سبعا من المثاني{ قال صلى الله عليه وسلم هي الفاتحة رواه الشيخان


Artinya: {Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh} imam Rosululloh SAW bersabda tujuh ayat itu adalah al-fatihah, hadits riwayat bukhori. Wallohu a’lam

Comments

Popular posts from this blog

Terjemahan Kitab Aqidatul Awam

Terjemahan Kitab Aqidatul Awam Kitab aqidatul awam   adalah kitab tipis karya Sayyid Ahmad Marzuqi. Kitab yang berjumlah 57 bait ini merupakan konsep aqidah asyariyah.  Secara global kitab ini membahas rukun iman yang jumlahnya ada enam; iman kepada Alloh, Iman kepada malaikat Alloh, Iman kepada kitab Alloh, Iman kepada para Nabi, Iman kepada qodho dan qodar, dan iman kepada hari ahir. Oleh karena itu kitab ini sangat penting kita kaji demi menjaga aqidah kita agar tidak teracuni oleh aqidah sesat yang belakangan ini menjamur di Indonesia. Namun karena kitab Aqidatul Awam menggunakan bahasa arab, maka saya pikir perlu diadakan pengalihan bahasa supaya kandungan kitab ini bisa dipahami oleh mereka yang belum belajar bahasa arab. Berikut Terjemahan Kitab Aqidatul Awam. Muqodimah أَبْـدَأُ بِـاسْمِ اللهِ وَالرَّحْـمَنِ ۩ وَبِالرَّحِـيْـمِ دَائـِمِ اْلإِحْـسَانِ Saya mulai dengan asmanya Allah; yang Pengasih Sayang artinya bismillah. فَالْحَـمْـدُ ِللهِ الْـ...

Mati Suri; Apakah Wajib Mengqodho Sholat?

Apakah anda pernah mendengar orang yang mati suri ? Dia mati tapi hidup kembali. Itulah yang disebut dengan mati suri. Sekalipun mati suri adalah kejadian yang langka, namun kejadian tersebut melahirkan pertanyaan, Apakah orang yang mati suri wajib mengqodoni sholat? Jawab: Orang yang mati suri t idak wajib mengqodho sholat . Sebab syarat wajib sholat adalah baligh dan mukalaf (Berakal) sedangkan orang yang mati suri saat ia mati tidak memiliki akal seperti orang yang di bius. Refrensi: Al-Majmu’ Juz 3 hlm 8 cet. Almuniriyah. وإذا زال عقله والحا لة هذه لم يلزمه قضاء الصلوات Artinya: “A pabila akalnya hilang dan dalam kondisi seperti ini maka ia tidak wajib mengqodo sholat. ” Wallohu a’lam.

Pengertian Air Mutlak, Musta’mal, Musyamas dan Air Najis

Pengertian Air Mutlak, Musta’mal, Musyamas dan Air Najis   merupakan kelanjutan pembahasan yang lalu kita telah mengkaji masalah  Jenis Air Yang Bisa Digunakan Untuk Bersesuci .  Jika pada pembahasan yang lalu kita mengkaji jenis-jenis air, maka dalam kesempatan ini kita akan mengkaji hukum menggunakan air. Dilihat dari segi hukumnya, maka air dibagi menjadi empat jenis yaitu Air Mutlak, Musta’mal. Musyamas dan Air Najis .  Apa Itu Air Mutlak Ada dua definisi  Air Mutlak   yang diberikan oleh ulama. Menurut pendapat yang shohih   Air Mutlak   adalah air yang tidak memiliki nama yang tetap. {Kifayatul Akhyar 1/12;}.  Pendapat lain mengatakan bahwa   Air Mutlak   adalah air yang tetap pada sifat penciptaannya. {Al-Fiqhul Minhaji Ala Madzhabi Imam Syafi’i 1/20}. Dalil bahwa bersesuci harus menggunakan  Air Mutla k   adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan yang lainnya dari Abu Huoiroh R...